Posted by : fahmi abdillah Sunday, January 25, 2015



Anda tentu sering mendengar orang bertanya, “Kalau masuk ke dalamkeluar arahnya ke mana?” Sebuah pertanyaan yang ada kalanya sulit dijawab. Bukankah demikian? Hal itu memang benar dan barangkali belum ada yang berupaya memberikan jawaban dengan meyakinkan. Di pihak lain, terdapat beberapa ungkapan setipe dengan masuk ke dalam tersebut. Melalui tulisan singkat ini, pertanyaan yang seolah tidak terjelaskan itu mudah-mudahan dapat dijawab.  Isi tulisan singkat ini juga diharapkan dapat meluruskan pemahaman tentang ungkapan-ungkapan, seperti masuk ke dalam dan setipenya, yang sebenarnya termasuk dalam kesalahan umum berbahasa Indonesia tersebut.


Tuturan setipe masuk ke dalam sebagaimana sudah dibicarakan pada paragraf pembuka di atas tentu sering terdengar (atau terbaca), seperti naik ke atasturun ke bawahbergeser ke sampingmaju ke depan, atau mundur ke belakang. Tuturan-tuturan tersebut sering diproduksi oleh para pemakai bahasa Indonesia sehingga pertanyaan seperti judul tulisan ini pun sering terlontar. Berkaitan dengan hal itu, berikut ini akan dipaparkan dua kajian sederhana tentang mengapa keluar tidak ada pasangannya serta mengapa tuturan itu dimasukkan dalam kesalahan umum berbahasa Indonesia.
1. Mengapa Kata Keluar Tidak Ada Pasangannya?
Mengapa masuk bisa diikuti ke dalammundur diikuti ke belakangmaju diikuti ke depanbergeser diikuti ke sampingnaik diikuti ke atas, atau turun diikuti ke bawah, tetapi keluar tidak ada pasangannya? Hal ini bisa dijelaskan dengan menggunakan deretan sintaktis. Istilah ini mengacu kepada istilah dalam cabang linguistik morfologi, yakni deretan morfologis. Deretan morfologis dipakai untuk menguji atau mencari kata dasar sekumpulan kata yang tampak berakar kata sama. Dengan menganalogi kepada cara kerja deretan morfologis tersebut, deretan sintaktis dipakai untuk menentukan posisi kata keluar apakah satu lajur dengan kata masuk dan kata-kata lain yang satu posisi atau berada satu kolom dengan kelompok kata ke dalam dan setipenya. Bagaimana prosedur pengujiannya? Perhatikan deretan sintaktis di bawah ini.
Deretan Sintaktis 1
masuk       ke dalam
naik            ke atas
turun          ke bawah
maju           ke depan
mundur     ke belakang
bergeser    ke samping
————-     keluar
Susunan vertikal kelompok kata masuk ke dalam dan setipenya dan diikuti kata keluar pada urutan paling bawah dalam deretan sintaktis 1 di atas menunjukkan kekosongan sebelum kata keluar. Dikatakan ada kekosongan sebelumnya karena kata keluar sesungguhnya setipe dengan kelompok kata yang mengikuti kata masukhingga bergeser. Jadi, keluar merupakan bentuk yang setipe dengan ke dalamke ataske bawahke depanke belakang, atau ke samping. Ini berarti pula bahwa kata (baca kelompok kata) keluar bukan diikuti, tetapi mengikuti kata-kata lain. Dengan demikian, kekosongan pada deretan sintaktis di atas dapat diisi dengan kata-kata tertentu. Perhatikan pula deretan sintaktis berikut.
Deretan Sintaktis 2
menuju    keluar
beranjak  keluar
pergi         keluar
berlari      keluar
berjalan   keluar
Paparan deretan sintaktis 2 itu menunjukkan bahwa sebetulnya sebelum kata keluar terdapat kata-kata yang dilesapkan oleh pemakai bahasa Indonesia ketika menuturkannya, seperti menujuberanjakpergiberlari, atau berjalan. Pembuktian melalui deretan sintaktis 2 juga menunjukkan kata-kata yang mendahului kata keluarbisa lebih dari satu. Sebaliknya, kelompok kata ke dalam hanya bisa didahului satu kata, yakni masuk. Demikian pula dengan kelompok kata ke ataske bawahke depan,ke belakang, atau ke samping yang masing-masing juga hanya bisa didahului satu kata, yakni naikturunmajumundur, atau bergeser.
Dengan kata lain dapat dijelaskan bahwa konstruksi sintaktis, seperti ke dalamke ataske bawahke depanke belakang, dan ke samping, merupakan konstruksi beku karena tidak memungkinkan varisai gramatikal yang lazim dan tidak memiliki produktivitas. Konstruksi-konstruksi itu masing-masing hanya bisa didahului satu karta, yaitu masuknaikturunmajumundur, dan bergeser. Tidak demikian halnya dengan kata keluar karena kata itu dapat didahului beberapa verba. Ini berarti pula kata keluar bukan merupakan konstruksi beku karena memiliki variasi gramatikal yang lazim dan memiliki produktivitas dengan produk tuturan bervariasi, sepertimenuju keluarberanjak keluarpergi keluarberlari keluar, dan berjalan keluar.
Selain itu, dengan melihat letak kata keluar yang tidak selajur atau sekolom dengan kata masuk dalam deretan sintaktis itu, itu juga menjelaskan kata keluar sebetulnya bukan berantonim dengan kata masuk, tetapi berantonim dengan ke dalam. Bukti lain bahwa masuk dan keluar tidak berantonim adalah kategori keduanya. Masuk berkategori verba (kata kerja), sedangkan keluar berkategori adverbia (kata keterangan) atau lebih tepatnya frase adverbial.
2. Konstruksi masuk ke dalam dan Setipenya Menyalahi Kaidah
Konstruksi masuk ke dalam dan setipenya termasuk kesalahan umum berbahasa Indonesia? Jawaban atas pertanyaan demikian adalah iya. Dalam pemakaian bahasa Indonesia, termasuk bahasa Indonesia ragam ilmiah, sering dijumpai penyimpangan kaidah yang berlaku sehingga mempengaruhi kejelasan pesan yang disampaikan. Penyimpangan dimaksud disebut dengan kesalahan umum dalam berbahasa Indonesia. Kesalahan umum berbahasa Indonesia dapat diklasifikasikan sebagai berikut: hiperkorekpleonasme, dan kontaminasi.
Di antara ketiga jenis kesalahan umum berbahasa Indonesia itu, konstruksi masuk ke dalam dan setipenya masuk klasifikasi bentuk kesalahan pleonasme. Pleonasme adalah kesalahan berbahasa karena kelebihan dalam pemakaian kata yang sebenarnya tidak diperlukan. Dalam hal ini adalah penggunaan keterangan yang tidak diperlukan karena pernyataannya sudah cukup jelas. Pleonasme jenis ini (ada beberapa jenis pleonasme) dapat dilihat seperti dalam contoh di bawah ini.
Teknologi telekomunikasi semakin maju ke depan.
Keterangan berupa kelompok kata (frase) ke depan dalam contoh kalimat di atas tidak diperlukan. Kata maju dalam kalimat itu sudah mengandung atau memiliki komponen makna ke depan karena tidak mungkin maju mengandung makna ke ataske samping, atau ke belakang. Berdasarkan hal itu, konstruksi sintaktis maju ke depan dan jugamasuk ke dalammundur ke belakangnaik ke atasturun ke bawah, atau bergeser ke samping merupakan gejala pleonasme karena dalam konstruksi semacam itu terdapat penggunaan unsur kata yang berlebihan. Dengan demikian, contoh kalimat di atas dapat direkonstruksi menjadi kalimat yang benar dengan menghilangkan keterangan ke depan. Perhatikan perbaikannya di bawah ini.
Teknologi telekomunikasi semakin maju.
Pelesapan keterangan ke depan seperti dalam rekonstruksi contoh kalimat di atas juga mengikuti salah satu kaidah kalimat efektif. Kaidah kalimat efektif yang dimaksud adalah syarat kehematan.
3. Penutup
Tuturan masuk ke dalam dan setipenya memang lazim diproduksi oleh penutur bahasa Indonesia. Karena sudah lazim, bukan berarti tuturan itu berterima secara gramatikal. Jika turutan masuk ke dalam dan setipenya dianggap gramatikal, tentu lantas tidak lahir sebuah pernyataan, “Masuk ya tentu ke dalam”. Ini menunjukkan para penutur bahasa Indonesia sebetulnya menolak kegramatikalan kelompok katamasuk ke dalam dan setipenya karena sebagai penutur bahasa Indonesia, mereka tentu mengetahui sistem bahasanya, termasuk sistem pembentukan makna konstruksi masuk ke dalam dan setipenya. Dalam benak penutur bahasa Indonesia sudah ada pengetahuan bahwa kata masuk tentuk mengandung makna ke dalam; bukan mengandung arah yang lain. Jadi, dengak kata lain mereka mengetahui bawa ketika menuturkan kata masuk sesungguhnya tidak perlu diikuti keterangan ke dalam. Mengapa masih terproduksi tuturan semacam itu? Hal ini terjadi karena faktor kebiasaan.
Akhirnya, tulisan singkat ini diharapkan dapat memberi sedikit pencerahan tentang bagian kecil dari tata bahasa Indonesia. Dengan demikian, penutur bahasa Indonesia bisa memproduksi bahasa Indonesia dengan lebih baik sehingga melalui kajian sederhana ini sedikit terpenuhilah slogan yang berbunyi, “Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar”.

thanks to https://notulabahasa.wordpress.com/2014/10/06/masuk-ke-dalam-keluar-ke-mana/

{ 3 comments... read them below or Comment }

Welcome to My Blog

Popular Post

Blogger templates

Powered by Blogger.

- Copyright © hello mates! -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -